Agustus Hongkong

Panggung Merah Putih KJRI untuk Siapa?

3:13 PM

Banner yang disebar

Seperi tahun-tahun sebelumnya saat Agustus tiba, KJRI Hong Kong selain mengadakan upacara bendera di Wisma Kepala Perwakilan Republik Indonesia, juga mengadakan panggung gembira yang berada di Victoria Park, tempat berkumpulnya para buruh migran saat libur hari Minggu.

Tak beda dengan tahun lalu, Panggung Merah Putih juga akan digelar dengan mendatangkan beberapa artis dari tanah air. Tahun ini ada Inul, Nazar, Beniqno, Duo Racun dan akan diiringi  oleh Purwa Tjaraka.

Well, sebenarnya hal ini bisa dibilang biasa saja dan bisa juga dibilang luar biasa,  yang menjadi menarik adalah saat masih banyaknya kasus soal buruh migran, khususnya di Hong Kong, kenapa KJRI tidak memanfaatkan momen panggung ini untuk mengundang orang-orang yang selama ini sering berhubungan dengan buruh migran dan menjadi tanggungjawabnya untuk melindungi BMI. 

Misalnya, Menteri tenaga kerja, ketua BNP2TKI, perwakilan Agency di Hong Kong dan PJTKI serta staf KJRI sendiri untuk berdialog bersama dengan para buruh migran yang di Hong Kong. Kalau biasanya dialog selalu di tempat tertutup, duduk manis di kursi dengan ruangan ber-AC, bolehlah setahun sekali mengambil momen Agustusan untuk mengadakan dialog terbuka di lapangan. 


Dialog di lapangan tertuka akan sangat efektif mengingat kebanyakan para BMI saat libur Minggu memilih menghabiskan waktunya di lapangan, berkumpul dengan teman atau saudara. Dialog di lapangan pasti akan jauh lebih menarik daripada di ruangan KJRI yang biasanya yang datang hanya orang tertentu saja karena informasi yang disebar juga hanya untuk orang tertentu.

Sekalian datangkan wakil rakyat yang sering bikin UU tapi tidak memikirkan dampak dan efeknya dari peraturan yang dibuat, hanya menguntungkan segelintir orang tapi merugikan banyak orang, salah satu contoh nyata adalah KTKLN.

Atau bisa juga mengundang mantan buruh migran yang telah sukses membuka usaha di tanah air dan memperkerjakan banyak orang agar menjadi inpsirasi bagi para BMI yang saat ini masih bekerja mengumpulkan modal.

Benar kalau BMI butuh hiburan, tapi perlu diketahui bahwa perlindungan dan perhatian dari pemerintah tentu lebih kami butuhkan daripada goyangan artis yang bahkan kepanjangan BMI atau KTKLN itu apa masih banyak yang tidak tahu.

Panggung Merah Putih yang berdiri di lapangan Victoria Park itu tentu menghabiskan uang yang tidak sedikit, ditambah rombongan artis yang didatangkan dari tanah air. Ini bertolak belakang dengan para BMI yang terkena kasus dan harus menunggu di shelter.
Untuk makan, peralatan mandi, transportasi, perpanjang visa saat menunggu kasus, mereka menunggu bantuan dan uluran tangan yang biasanya datang dari sesama BMI.

Saya tidak heran kalau banyak yang protes dengan woro-woro yang disebar oleh KJRI mengingat hari H semakian dekat. Lalu, apakah acara ini tetap lanjut atau batal? Sepertinya sih show must go on.

Saya berharap, momen Agustus tahun ini bisa menjadi pengingat bersama bahwa untuk merayakan kemerdekaan tidak harus dengan mendatangkan artis-artis ibu kota, menghambur-hamburkan uang untuk panggung gembira (meski sudah diagendakan dan disetujui pemerintah pusat atau dapat dukungan dari sponsor) yang katanya untuk hiburan buruh migran.

Apakah buruh migran terhibur dengan adanya panggung ini? Jujur, sebagai buruh migran saya tidak terhibur. Mengingat uang yang digunakan tidak sedikit dan masih banyak buruh migran yang memerlukan bantuan dan perhatian.

Satu lagi, pelayanan KJRI Hong Kong masih jauh dari kata “memuaskan”. So ………………


You Might Also Like

5 komentar

  1. Saya BMI HK yang merasa tidak terhibur, tidak tertarik, juga menanyakan manfaat panggung gembira itu. Ini Hong Kong, bukan kampung kampung yang kekurangan hiburan mingguan. Nonton You Tube juga banyak kalo cuman dangdut, heuh.. apa coba manfaatnya?...

    Bagaimanapun juga saya mencoba berprasangka baik seperti kata mba Arista Devi “Dangdut is music from my country“.. ... Jadi yoooo mungkin itung itung mengenalkan dangdut ke dunia Internasional?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Trus mendung atau enggak? atau tengah-tengah :D
      Atau seperti kata mbak Dini di bawah :D paradoks

      Delete
  2. Komentar anda paradoks mbak Eva hehe

    ReplyDelete
  3. BMI masih byk yg keblinger mlah didangdutin...pak...pak

    ReplyDelete