hukum karma selingkuh

Menikah: Jangan Hanya karena Faktor Ingin, Mblo!

6:01 PM


Pffffffff

Apa yang menguatkanmu sampai saat ini belum menikah, mbak?  Aku sudah galau ni disuruh menikah sama orang tua.

Beberapa hari yang lalu ada yang inbok seperti ini ke saya, sebelumnya sudah ada inbok curhatan serupa sih, tapi mau nulis masih kebentur tugas lain. Intinya dia galau berat karena sampai umur 26 tahun masih jomblo. Belum lagi orang tuanya sudah mendesaknya untuk segera menikah. Ini bukan inbok pertama, sebelumnya ada beberapa teman yang menanyakan soal kejombloan juga. Huufffttt

Jujur saja, waktu umur saya 26 tahun, saya juga mengalami kegalauan yang sama (emang umur lo sekarang berapa, Fer?). Ya meski pun orang tua saya tidak menyuruh untuk segera menikah. Saya sendiri dari umur 17 tahun sudah mempunyai keinginan untuk menikah muda, paling tidak sebelum umur 25 tahun saya sudah harus menikah. Itu planning saya.

Tapi rencana tinggal rencana. Umur 25 tahun saya sedang semangat-semangatnya bekerja mencari uang untuk bekal masa depan sama kamu dan rencana menikah saya undur di umur 27 tahun.

Tapi lagi-lagi rencana tinggal rencana, ternyata Tuhan belum berkehendak saya menikah di umur 27. Saya tetap mencoba berfikir positif, Tuhan sedang menyeleksi jodoh yang paling tepat untuk saya. Saya galau? Hmmmm, kadang, tetapi saya mencoba untuk mengambil sisi positif lebih banyak dari sebelumnya.

Menginjak umur 28 tahun, saya merasa kalau pikiran saya mulai stabil dan tidak begitu terpatok hanya soal jodoh dan jodoh. Pikiran soal menikah saya lepaskan perlahan dan saya buat sesantai mungkin agar tidak terlalu menjadi beban di pikiran. Hasilnya? Ya saya bisa menikmati hidup meski dalam kesendirian (dan kegalauan).

Sekarang begini, jika Anda didesak menikah oleh orang tua dan Anda turuti, menikah dengan orang yang belum lama Anda kenal padahal belum yakin benar, pokoknya penting nikah, urusan setelahnya dipikir belakangan. Rasanya tentu beda jika Anda menikah dalam keadaan yang benar-benar siap lahir dan batin jiwa dan raga. *Sok tau kamu, Fer.

Bukan, bukan karena saya sok tau ya, saya sendiri belum merasakan pernikahan itu seperti apa, ini sebenarnya hasil renungan dan pengamatan selama menjomblo ini. Jadi bingung mau dibawa ke mana arah tulisan ini (gigit keyboard).

Tapi intinya begini, saya hanya ingin berbagi ke para cewek-cewek yang sedang galau karena kejombloan, nikmati hidupmu mumpung masih sendiri, coba lihat temanmu yang sudah menikah dan punya anak, belum tentu mereka bisa sebebas kamu saat ini, ya meski masih banyak juga Emak-emak muda yang tetap memiliki kebebasan setelah menikah. Karena sebenarnya pernikahan tidak lantas menjadikan kebebasan menjadi terkekang, tergantung bagaimana caranya menikmati *sotoy.

Sudahlah, santai saja. Tuhan sudah menyiapkan jodoh terbaik buat kamu, kamu, kamu (dan aku), sabar saja dalam masa penantian, semua pasti akan indah pada waktunya.

Satu lagi, menikah itu sekali untuk seumur hidup, jangan hanya karena pengen buru-buru menikah lalu salah pilih. Setelah merasa bosan lalu ditinggalkan, dia cari yang lain, sakit banget, kan? Atau jangan hanya karena teman-teman seangkatan sudah pada punya anak lalu pengen buru-buru menikah dan  menjadi Ibu padahal sebenarnya belum siap. Jangan.

Abaikan saja artikel yang mengatakan kalau jomblo dan telat menikah rentan terkena serangan jantung dan maag. Ya kali karena gak ada yang ngingetin  “jaga kesehatan ya” atau “jangan lupa makan ya.”

Percayalah, mblo, jodoh itu sudah ada yang ngatur, sabar saja nunggu dia datang sambil perbanyak doa dan usaha. Perbanyak pergaulan dan jaringan siapa tahu jodoh kita (termasuk saya) ada di sana.

Lupakan kenangan sama mantan yang sudah punya gebetan atau sudah jadi manten. Dia bukan yang terbaik karena pasti ada yang lebih baik dari mantan yang akan  jadi manten dengan kita di pelaminan (eeaaaaa).

Sudah gitu aja ya, tapi yang perlu Anda ketahui bahwa yang nulis artikel ini belum tentu bisa menerapkan nasehat yang ada dalam tulisan ini. Secara menasehati orang lain itu lebih mudah daripada menasehati diri sendiri #Plak.














You Might Also Like

10 komentar

  1. Saya mendoakan semoga yang terbaik buat kamu Fera

    ReplyDelete
  2. Dengan siapa dan kapan menikah itu memang misteri ya, setuju sekali dengan tulisannya mba, nikmati hidup dalam kesendirian karena belum tentu ketika sudah menikah kita bisa beraktivitas seperti waktu masih single :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak, makasih ya. Ini semacam tambahan untuk tambah kuat hahahaha

      Delete
  3. Saya naksir km Non 2014 lalu tp ya sudahlah gara gara beda pandangan politik jd deh rencana pdkt kebawa politik. Skrng dah gak mungkn karena ku dah ada yang miliki.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahaha, masih aja bawa-bawa urusan politik. Btw, semoga hubungannya lancar ya, kakak. Buruan diresmikan (kalau belum resmi) sebelum Pilpres datang lagi.
      Move on ya dari 2014 dan segala macamnya.
      Saya doakan semoga bahagia

      Delete
  4. Fera, sabar ya... Tuhan akan memilihkan yang terbaik buat kamu... dan menyingkirkan yg gak jelas (termasuk yang blg kl dia naksir kamu tp karena beda pilihan dia jadi mundur.....wkwkwkwkwkwkwk)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahahaseeemmm, ternyata perbedaan politik efeknya luar biasa ye, mak.
      Beda sama perbedaan klub bola

      Delete