Buruh Migran di KTT PBB

Sosok Eni Lestari di Mata Saya

10:36 PM

Beginilah Eni, sukanya lesehan sambil ngemil. 

Sering merasa menyesal kenapa tidak kenal dari dulu waktu awal-awal di Hong Kong. Tapi kondisi kerja yang memang tidak memberi kebebasan untuk saya keluar menikmati libur.
Saya tahu dia perempuan hebat yang pernah saya kenal. Kesamaan kami sama-sama rakus soal makanan, bedanya mungkin saya makan banyak tetap gak bisa gemuk, kalau Eni, makan banyak tapi bisa bikin bulet dan saya tahu banget dia termasuk perempuan yang sangat menjaga kesehatan dan makanan.
Beberapa hari ini berita tentangnya seliweran di portal online. Dia memang layak dan pantas untuk itu, berbicara dalam forum sebesar KTT di PBB untuk menyuarakan kaum migran. Ya, Eni Lestari Andayani Adi, nama yang tidak asing lagi bagi buruh migran khususnya Hong Kong.
Saat berdekatan dengannya, waktu terasa amat sangat cepat berlalu dan saat ngobrol dengannya, sangat banyak ilmu yang bisa kita dapat.  
Perawakannya mungil, tapi jangan tanya semangatnya. Saya terakhir bertemu dengannya saat cuti singkatnya di Kediri. Dia singgah ke kampung halaman hanya beberapa hari saja karena hari yang lainnya untuk kegiatan yang berkaitan dengan buruh migran.
Begitulah Eni, meski bilangnya libur atau cuti di kampung halaman, tapi tetap saja ke mana-mana tentengannya laptop dan hape. “Libur sambil nggarap kerjaan” begitu jawabnya saat ditanya kenapa tasnya penuh isi barang dan kelihatan berat.
Ya kami maklum, jabatan Eni memang bejibun bukan saja di lingkup Hong Kong tetapi juga tingkat Internasional dan itu yang mengharuskannya selalu mobile setiap saat. Sebagai sahabat dan orang yang masih ingin terus belajar darimu, saya pesan, tetap jaga kesehatan, istirahat yang cukup dan jangan sampai telat makan.
Apa yang kamu perjuangkan 15 tahun lebih itu hasilnya sungguh luar biasa sampai saat ini. Ini membuktikan bahwa kaum buruh migran khususnya perempuan bisa berdiri sejajar dengan laki-laki. Dan perempuan migran dari Indonesia tidak bisa dianggap sepele lagi.
Saya tahu, sebelum ini pun sudah sangat banyak kawan-kawan migran yang mengagumi sosokmu, setelah ini, mungkin akan bertambah banyak. Dan saya yakin Eni tetaplah Eni. Orangnya yang bisa akrab dengan siapa saja dan bisa bergaul dengan golongan apa saja dan tetap suka duduk lesehan di lapangan sambil makan.
Selamat berjuang, Eni. Doa kami tak kan pernah putus untukmu, untuk perjuanganmu demi buruh migran dari berbagai belahan dunia.
Jabatan yang diemban Eni saat ini adalah:
1. Ketua International Migrant Alliance (IMA), aliansi buruh migran akar rumput yang berasal dari 32 negara dari Asia, Afrika dan Amreika Latin , terdiri dari 120  organisasi, menjabat tahun 2008 sampai sekarang.

2. Ketua Persatuan BMI Tolak Overcharging (PILAR) tahun 2007 sampai sekarang. PILAR adalah aliansi dari 25 organisasi buruh migran di Hong Kong yang mengangkat isu soal tingginya biaya penempatan yang menyebabkan BMI terjerat hutang ke pihak agen dan PJTKI

3. Juru bicara Asian Migrants Coordinating Body (AMCB) tahun 2005 sampai sekarang. AMCB adalah aliansi pekerja rumah tangga dari Indonesia, Filipina, Thailand, Sri Langka, Nepal dan Hong Kong.

4. Anggota Global Alliance Against Traffic in Women (GAATW) atau Dewan Aliansi Global Melawan Perdagangan Perempuan

5. Member of Labour and Migration Organizing Committee of Asia Pacific Mission for Migrants (APWLD)

6. Koordinator Jaringan Tenaga Kerja Indonesia - Hong Kong (Jaringan BMI Cabut UUPPTKILN No. 39/2004 atau JBMI-HK).

7.Juru Bicara, Komite Keadilan untuk Erwiana dan All Komite Pekerja Rumah Tangga Migran

 








You Might Also Like

6 komentar

  1. Mbak fera, opo mbak eni lestari ini dulu yg kukenal yah? Dia dulu satu pt sm saya di jskb.. sdh pangling wajahnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa jadi mbak, tahun 1999 masuk PT kan?

      Delete
  2. Salam kenal Mbak Fera. Saya juga teman Mbak Eni, tapi masih pendek pertemanan kami. Sebagian catatan saya tentang Mbak Eni ada di www.batikimono.com. Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo salam kenal juga Pak.
      Makasih infonya ya. Meluncur

      Delete
  3. Semoga Fera juga bisa seperti Eni Lestari walau dalam bidang lainya. Bisa jadi penggerak usaha di kampung halaman sendiri di Ponorogo membangkitkan kampung halaman sendiri.

    Terus menulis ya, Kalau bisa bahas review wisata wisata di Ponorogo. Dengan menulis wisata Ponorogo dengan dikemas menarik maka akan meningkatkan kunjungan wisata ke Ponorogo yang secara otomatis meningkatkan kesejahteraan warga lokal disana.

    Semangat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiinnn, suwun doangnya, kang.
      Ini di Ponorogo lagi nyoba bikin tiwul instan. Kalau mau bisa pesen ke saya :D
      Ditunggu ordernya, ada harga spesial kalau beli banyak

      Delete