BMI Reyog Korea

Grebeg Suro 2016: Grup Reyog asal Korea Ikut Tampil Malam Ini

12:09 PM

Singo Mudho Korea (Foto dari akun FB Paguyuban Bumi Reyog)
Malam keempat Festival Nasional Reyog Ponorogo ke 23 kali ini akan spesial karena kehadiran grup reyog dari Korea, Singo Mudho namanya.

Ya, mereka adalah sekumpulan orang-orang yang sangat mencintai kesenian reyog Ponorogo dan berasal dari Ponorogo yang sedang bekerja di Korea sebagai Buruh Migran Indonesia (BMI).

Kenapa spesial? Singat cerita pada kisaran tahun 2001 berawal dari jamaah yasin mereka mulai mendirikan paguyuban Reyog Ponorogo di Korea.  Alasan utamanya jelas, mereka ingin menyatukan sesama warga Indonesia yang sedang bekerja di Korea yang saat itu sering terjadi konflik kecil antar sesama BMI melalui kesenian.

Sejak 2010 keanggotaan mulai terkoordinir dan berjumlah 2.500 orang, kebanyakan anggota berasal dari Ponorogo dan sebagian yang berasal dari Madiun. Bahkan ada cewek-cewek asli Korea yang ikut belajar tari jathil ke mereka, menarik, bukan?

Kenapa Reyog? Karena Reyog dan Ponorogo adalah dua kata yang saling bergandengan dan tak bisa dipisahkan. Kalau menyebut Reyog, orang pasti akan langsung ingat dengan Ponorogo, pun sebaliknya.

Di sisi lain, mereka ingin menjadi generasi penerus kesenian Reyog Ponorogo meskipun sedang jauh dari tanah air. Di Korea sendiri saat ini peralatan Reyog lumayan komplit, ada 3 dadak merak yang didatangkan ke sana dengan bantuan dinas pariwisata kab. Ponorogo dan KBRI Korea. Tanpa bantuan mereka, akan sulit untuk mendatangkan dadak merak yang besarnya sak ho hah dengan harga Rp20 juta lebih itu.

Beruntung karena Paruyuban Reyog Singo Mudho ini mendapat respon positif dari KBRI dan sangat membantu pihak paguyuban. Bahkan mereka sering mengisi acara-acara penting, seperti diundang oleh perwakilan pemerintah Piliphina di Korea untuk tampil di acara yang mereka selenggarakan. Tentu ini menjadi promosi tersendiri agar Reyog semakin mendunia.

Nah untuk malam nanti dan untuk pertama kalinya mereka akan tampil di Panggung Utama Alon-alon Ponorogo dan menjadi peserta No. 31. Mereka akan jadi penampil ke 7 (kira-kira pukul 21.30).

Kendala Latihan

Perbedaan latihan di Korea dan Ponorogo ternyata lumayan jadi kendala buat persiapan tampil malam ini. Kalau biasanya di Korea hari Senin sampai Jumat bekerja dan Sabtu Minggu bisa fokus latihan, ternyata di Ponorogo tidak demikian. Mencari waktu yang sama dan rutin untuk latihan lumayan susah. Maklum, para anggota yang berjumlah 65 orang yang terdiri dari jathil, warok, pembarong, bujang ganong dan lainnya  punya kesibukan sendiri-sendiri dan kebanyakan sudah berumah tangga.

Tetapi mereka tetap semangat memberikan tampilan yang terbaik untuk even kali ini.  FYI, untuk penampil Grup Singo Mudho ada yang dari Korea dan dari Indonesia, lalu apa ada warga Negara dari Korea yang ikut jadi pemain? Mmmmmmmm, penasaran ya? Makanya nonton langsung aja ke Alon-alon.

Jadwal Grup yang akan tampil


Berangkat lebih awal biar dapat tempat paling depan. HTM untuk VIP Rp 5.000 saja dan Rp 3.000 untuk kursi belakang. Masuk Alon-alon meski dipagar keliling itu gratis ya, jangan salah. Yang bayar itu jika kalian ingin masuk ke area depan panggung. Ada layar lebar di bagian kaka dan kiri panggung, jika ingin nonton dari luar juga bisa, bawa tikar untuk duduk ya.

Terima kasih Kang Kabul untuk obrolan singkat pagi ini. Ini akan jadi penyemangat kawan-kawan BMI di luar negeri yang berasal dari Ponorogo untuk lebih giat memromosikan kesenian Reyog di Negara mereka bekerja. Saya jadi ingat kawan-kawan di Hong Kong yang tiap Minggu njatil di Victoria Park, semoga lain kali kalian bisa ikut Festival Nasional Reyog Ponorogo juga ya dan teruslah berlatih. Kalian adalah duta wisata Indonesia.




You Might Also Like

0 komentar