FNRP XXIII

Grebeg Suro 2016: Tidak Ada Pasar Malam di Alon-alon Ponorogo

12:12 AM

Salah satu penampilan Grup Reyog yang tampil


Benar memang acara Grebeg Suro tahun ini jauh beda dnegan sebelumnya. Contoh paling nyata adalah tidak adanya pedagang yang biasa meramaikan Alon-alon Ponorogo atau pasar malam. Pengunjung tidak lagi menemukan penjual sepatu, sandal, deretan baju, mainan, CD, peralatan rumah tangga, suara prau yang muter di baskom khas mainan anak-anak, kincir angin dan lain-lain yang biasa mengihasi Alon-alon.

Semuanya berganti dengan stand-stand tenda berwarna putih  yang sudah disediakan oleh pihak penyelenggara. Stand-stand inilah yang disewakan ke para pedagang atau UKM yang ingin menjual produk mereka.

Banyak yang merespon negatif tentang perubahan total ini karena dianggap merugikan pedagang yang biasanya mangkal di Alon-alon saat acara Suro. Suro adalah keramaian kedua yang bisa dinikmati setelah acara lebaran idul fitri.

Yup, Idul Fitri dan Grebeg Suro menjadi momen penting bagi Ponorogo karena biasanya Alon-alon akan dipenuhi pedagang dan para warga akan main ke sana tiap malam untuk sekedar jalan-jalan, melihat-lihat dan ikut menikmati suasana keramian Alon-alon, atau memang bertujuan ingin mencari barang murah.

Seperti kebiasaan Emak saya yang suka berburu peralatan rumah tangga atau daster murah saat lebaran dan Grebeg Suro. Sayangnya Suro kali ini tidak ada. Tapi sisi positif yang bisa diambil adalah Festival Nasional Reyog Ponorogo menjadi lebih fokus dan tidak terganggu oleh suara-suara bising dari luar.

Pengunjung yang berniat datang menikmati tampilan grup reyog yang didukung bisa fokus ke panggung utama karena tempat untuk penonton lebih leluasa.  Ya dibalik perubahan pasti ada yang harus dikorbankan. Saya tidak sedang membela keputusan Pemkab Ponorogo atas perubahan besar ini, semoga solusi sudah Pemkab temukan agar ke depan tidak ada yang dikorbankan dan even Suro tetap berjalan lancar.

Untuk masuk ke area penonton, kalian harus membeli tiket seharga Rp 5.000, tapi jika hanya ingin melihat dari luar juga bisa karena pagarnya terbuka dan masih terjangkau, tapi pasti capek berdiri J

Jika kalian datang ke Alon-alon dan berniat nonton, jangan lupa bawa payung ya, cuaca tidak menentu soalnya.  Dan saat kalian ambil foto dan ingin upload ke media sosial jangan lupa untuk sertakan hastag (#) #GrebegSuro2016 #PonorogoDuweGawe untuk memudahkan pencarian dan agar Ponorogo lebih dikenal luas.

Oh iya, FYI saya bukan bagian dari EO atau panitia penyelenggara Grebeg Suro, jadi kalau mau marah soal ketiadaan pedagang ke saya sampean salah alamat J Saya hanya warga Ponorogo yang cinta dengan Kota kelahiran saya dan ingin membantu semampu yang saya bisa agar Ponorogo lebih dikenal melalui promosi media sosial saat Even besar ini berlangsung. Itu saja.

#GrebegSuro2016

#PonorogoDuweGawe

You Might Also Like

2 komentar