berita grebeg suro 2016

Petugas Tiket Pintu Masuk Telaga Ngebel Melakukan Kecurangan

9:51 PM

SS dari akun @infoponorogo di IG


Kabar kurang mengenakkan datang dari postingan @infoponorogo di Instagram (IG) sore ini. Admin @infoponorogo memosting tiket dengan caption seperti yang saya copas berikut ini.  Kebetulan saya sudah ngobrol dengan admin @infoponorogo soal tiket sejak kasus sobekan tiket di pintu masuk saat even FNRP berlangsung. 


Aduh aduh... Lagi dan lagi tentang tiket di #grebegsuro2016. Setelah heboh dengan sobekan tiket masuk #FNRP yang di buang seenaknya, kali ini #adminmau curhat dengan bapak yth, atau lebih tepatnya mengadu. Begini bapak, saya (admin sendiri yang ngalamin) ada tamu teman teman dari luar kota yang minta diantar ke telaga ngebel guna menyaksikan#festivalseribuobor tanggal 1 oktober 2016. Kami masuk lewat pintu masuk yang dari arah #dolopo pukul 22.00 disitu kami 5 orang dengan menggunakan 3 sepeda motor. Disana kami diberikan tiket seharga 15.000 per orang. 

Dan ada beberapa hal yang menurut saya ganjil:

1. Tiket yang digunakan adalah tiket untuk acara larung sesaji tertanggal 2 oktober. Padahal kemarin masih 1 oktober. (masih wajar juga sih, karena masih satu rangkaian acara)

2. Saya satu motor boncengan 2 orang membayar 30.000, dan hanya diberikan 1 tiket. Saya sempat adu mulut dengan yang menjual tiket untuk meminta 2 tiket, tetapi beliaunya tetap ngeyel katanya tiket ini digunakan untuk 2 orang. Setelah capek adu mulut, yah apa daya akhirnya admin yang polos dan lugu ini akhirnya berlalu begitu saja dengan membawa 1 tiket untuk 2 orang. Padahal teman saya yang naik motor sendirian juga mendapat 1 tiket hanya bayar 15.000.

3. Setelah berlalu dari pos tiket, baru 200 meter sepeda motor berjalan dikesunyian malam, dari belakang kami disalip oleh motor laki laki yang tadi berada di pos tiket. Cukup berisik suaranya (tidak usah sebut merek) karena dengan mleyer mbleyer tepat di samping kami dan sambil teriak menjerit. Otomatis hal itu cukup menteror kami. Dan yang paling membahayakan kaki pengendara itu menendang kaki teman saya dari belakang.

Yang saya tanyakan apakah seperti itu budaya orang ponorogo yang sebenarnya? 
Malu pak jika hal itu terjadi ke pengunjung lain yang dari luar kota.

Nantikan kisah kisah tiket di #ponorogoyang selanjutnya. Tiket parkir, tiket iwan fals, tiket retribusi dan tiket tiket yang lainnya. 
Adakah yang pernah mengalami kecurangan tiket di telaga #ngebel?

Fotonya pinjam dari mbak @fera_nuraini.


Kasus seperti enaknya disikapi seperti apa?

Benar mungkin ini ulah oknum tak bertanggung bagian tiket. Tapi ingat  kata pepatah jika “setitik nila rusak susu sebelanga.” Ya gara-gara kasus kecil ini bisa jadi orang akan kapok untuk main ke Ngebel.

Dan perlu diketahui bahwa ada teman-teman yang berjuang keras untuk promosi ke semua media sosial yang dimiliki dengan merelakan waktunya, meninggalkan keluarganya beberapa hari dan stand by di Alon-alon, untuk apa? Untuk menyuarakan ke dunia sana bahwa ini lo Ponorogo sedang punya gawe, ayo datang ke Ponorogo dan ikut memeriahkan even tahunan saat Grebeg Suro. Tapi karena ulah mereka ini? tidak hanya bikin nyesek tapi juga gemes.


Saat Festival Nasional reyog Ponorogo (FNRP) berlangsung, setiap penonton diwajibkan untuk membeli tiket. Tapi parahnya petugas bagian tiket kok ya joroknya minta ampun. Hambok yao sedia tempat sampah plastik atau kardus bekas buat buang sobekan tiketnya. Ini ni yang bikin Ponorogo kelihatan kotornya.

Bagus gak dilihat kalau gini?


Katanya even besar, nasional pula, tapi tempat sampah saja tidak ada. Panitia malah seenaknya buang sampah (sobekan tiket temasuk sampah kali karena dibuang) sembarangan. Pun juga area penonton bagian dalam, kalau saja disediakan tempat sampah, meski tidak semua orang sadar untuk buang sampah pada tempatnya, paling tidak sampah berserakan itu bisa berkurang.

Well, ini sekedar usul saja buat even-even selanjutnya dibuat E-Ticket saja, tinggal bikin stiker tempel dada sebagai bukti sudah beli tiket. Panitia tidak perlu susah-sudah nyobekin tiket dan Bapak-bapak tukang sapu tidak perlu capek-capek nyapu dan bersih-bersih karena ulah panitia tiket. Cara ini sekaligus juga untuk mengemat kertas, dunia ini semakin tua, ayolah menghemat, marilah jaga kebersihan bersama kota ini.

Masih ada acara agi untuk besok yaitu konser Iwan Fals. Semoga tidak ada kejadian yang bikin malu yang dibuat oleh oknum tak bertanggung jawab.



                    
  

You Might Also Like

1 komentar

  1. Saya juga pernah membayar 10rb/orang untuk harga tiket masuk telaga ngebel. Kasus seperti ini tanggungjawab siapa ya kira2

    ReplyDelete