Jalan Rusak

Ribetnya Pengurusan KTP dan KK di Ponorogo

2:05 PM



Syaratnya pengurusan KTP KK


Saya ingin berbagi pengalaman saya mengurus KTP dan KK yang datanya tidak sinkron di Ponorogo.

Ceritanya begini. Bulan Februari lalu waktu mau registrasi simcard yang harus memasukkan NIK KTP dan KK, berkali-kali saya coba ternyata gagal. Lapor ke Grapari disarankan ke Dukcapil untuk pembenaran data.

OK, datanglah saya ke Dukcapil (pertama) membawa bekal KTP dan KK. Ternyata yang punya kasus serupa buuaaanyak, mereka tidak bisa registrasi karena KTP dan KK tidak sinkron.

Saya lapor dan menyerahkan foto kopian KTP dan KK, setelah dicek, alamat saya ternyata di Samarinda. Padahal menginjakkan kaki di Samarinda saja tidak pernah, aneh to? Petugas  meminta saya meninggalkan nomer hape, nanti akan di SMS. Esok paginya saya mendapat SMS pemberitahuan nomer KTP dan KK atas nama Bapak saya untuk registrasi.


Registrasi berhasil bermodal nomer KTP dan KK yang dikirim oleh petugas Dukcapil. Welah, ternyata saya dikasih nomer KTP Bapak saya, mungkin petugas emoh repot membetulkan data yang salah. Saya baru sadar kalau registrasi nomer saya atas nama Bapak saya waktu  didaftarkan BPJS,  tahu begini ngapain saya repot-repot antri ke Dukcapil, pakai saja KTP bapak, beres to.


Awalnya saya berpikir kalau NIK dan KK yang dikirim oleh Dukcapil sudah benar, ternyata masih salah. Waktu didaftarkan ke BPJS, NIK dan KK masih belum sinkron. Mau gak mau saya tetap harus mengurus lagi ke Dukcapil yang ternyata prosesnya sepanjang jalan kenangan yang gak kelar-kelar.

Saya ke Kantor Desa meminta surat pengantar bahwa saya benar-benar warga desa dimana saya lahir dan tinggal saat ini. Kantor desa meminta untuk menyertakan foto kopi buku nikah agar status saya ikut diperbaiki (sebelumnya belum kawin). Syarat lainnya saya bawa akta lahir, ijazah terakhir, foto kopi KTP dan KK, foto kopi KTP Bapak dan Emak. Saya pergi ke kantor kecamatan (1) untuk lapor.

Tiba di Kecamatan, saya sampaikan maksud saya, kecamatan meminta saya langsung ke Dukcapil saja, jam masih menunjukkan angka 10. Saya pergi ke Dukcapil (kedua), pukul 10.30 sampai di depan pintu masuk. Ternyata loket sudah tutup, sedih gak sih? Sedih banget, jauh, panas, buru-buru, tiba di tempat jam 10.30 sudah tutup (hari Jumat).

Karena Sabtu tutup, jadilah saya datang lagi ke Dukcapil (ketiga) Senin untuk menyerahkan semua berkas. Setelah dicek, eh ada yang kurang. Petugas tanya apa saya pernah ke luar negeri, ya saya jawab pernah. Syaratnya kurang foto kopi paspor. Saya bilang aja sekalian kalau data paspor saya dituakan, malah dijawab “kok bisa?”

“Ya begitu adanya, Pak. 2005 itu data saya dituakan, makanya pengen saya betulkan.” Jawab saya

Saya diberi lembar formulir  domisili di luar negeri untuk diisi. Saya balik lagi ke Dukcapil (keempat) Selasa membawa foto kopi paspor.

Setelah foto kopi paspor sudah saya penuhi, syarat dicek lagi, ada yang kurang lagi ternyata. Foto kopi buku nikah harus dilegalisir (waktu saya gooling syarat pengurusan KK, tidak ada kata “LEGALISIR” di dalam pencarian).

Ya Tuhaaaaaannnnnn, apa salah hamba? Kenapa kok tidak ngomong dari awal????  Capek banget tau dilempar sana sini. Kenapa waktu ngecek syarat paspor yang kurang tidak bilang sekalian????  

Ya sudah, esoknya saya ke KUA untuk minta legalisir dan balik ke Dukcapil (kelima) besoknya lagi, capek banget wira-wiri.

Yang pernah ke LN ini loketnya


Sampai di Dukcapil saya kasih semua syarat yang menurut saya sudah lengkap. Setelah diperiksa, saya diminta masuk ruangan untuk mencocokkan data dan scan mata. Setelah hasil keluar, setor lagi ke loket bagian Konsultasi. Setelah dicek lalu digeser ke loket PELAYANAN SURAT PINDAH SKPLN/SKDLN.

Keluarlah print KK dari Dukcapil,  ini belum selesai lo ya, hasil  print KK ini disuruh bawa ke Kecamatan (2). Katanya Kecamatan yang akan nyetak KK.

OK, saya bawa ke Kecamatan, saya kira langsung jadi, ternyata nunggu lagi 3 hari baru bisa diambil.

Saya ambil KK ke kecataman (3), petugas meminta saya untuk membawanya lagi ke Dukcapil  untuk meminta tandatangan setelah ditandatangi Bapak Saya.

OK, saya bawalah ke Dukcapil (keenam) hari Selasa untuk meminta tandatangan, la saya kira langsung lagi, secara tinggal tandatangan saja to? Ternyata apa?????

Belum kelar juga, KK harus ditinggal dan Minggu depan bisa diambil ke kantor kecamatan. Tanggal pengambilan tertera 2 April. Sesuai surat pengambilan, hari ini saya ke kecamatan (4) untuk ambil KK. Dari rumah sudah seneng-seneng KK jadi bisa langsung ngurus BPJS, lah ternyata, sampai di kantor pukul 09.45 dan ternyata, KK belum ada di meja kantor kecamatan. Whaattt?

Ini benar 2 April kan? Saya gak salah baca kan? 


Innallaha maashobirin. Ya Allah Ya Rohman Ya Rohim paringono sabar yang buanyaaakk.

Huuffftttt,  saya pasrah saja. Saya tidak bisa menyalahkan staf si kantor camat karena mereka hanya dipasrahi titipan. Akhirnya saya dikasih nomer telpon petugas kecamatan biar gak wira-wiri lagi, sebelum ambil suruh telpon dulu daripada hasilnya kosong.

Hiduuuhhhh, seribet ini ternyata pengurusan KK di negaraku.

Berapa banyak waktu yang harus terbuang hanya untuk sebuah KK? Iya sih saya butuh, saya perlu, tapi hambok birokrasinya dipersingkat gitu, jangan diperpanjang dan diperlama apalagi dipersulit.

Bahkan waktu saya bilang ke petugas di Dukcapil bahwa saya sudah datang 4 kali, mereka malah jawab “baru 4 kali, yang 10 kali ada” What??????

Arrrgggghhhhh, gemes saya.

Hallo Pak Ipong, ……. Tolong dong, pengurusan KTP dan KK dari Kecataman ke Dukcapil dipersingkat saja prosesnya, Benar sih kami butuh dan kami perlu, tapi tolong lah, jangan sepanjang ini prosesnya. Saya tidak tahu kabupaten lain seperti apa. Apa gunanya kemajuan teknologi kalau masih mbulet seperti ini?

Kasian yang rumahnya jauh dan akses jalan susah. Ponorogo ini tidak sempit lo, ada yang butuh 2 jam lebih untuk jalan menuju Dukcapil. Belum lagi jalan yang rusak, cuaca panas dan hujan, sampai Dukcapil pukul 10.30 loket sudah tutup.

Jujur saja ya, akses ke kantor kecamatan saya ini jalannya rusak parah pake banget. Rasanya sudah ogah saya melewatinya, tapi karena tidak ada alternative jalan lain ya terpaksa tetap harus saya lewati demi KK dan KTP agar bisa dipake buat daftar BPJS.

bagus to jalannya?

Nikmatnya, serapa ngadep lautan kopi susu

:(

Bingung lewate yang mana

Becek 

Tambah lebih becek mendekati Sampung



Ini GENANGAN bukan KENANGAN

Sepi ya? Iyalah, ngapain juga wira-wiri lewat sini

Setelah KK jadi di Kecamatan, semoga tidak dilempar lagi ke Dukcapil dan semoga bisa buat daftar BPJS dan data benar-benar sudah dibenarkan.

Saya jadi ingat video Bu Risma yang marah-marah soal ribetnya pengurusan E-KTP di KompasTV tahun 2016 lalu. 

“Dosa kita ini nyiksa orang, dosa kalian-kalian ini. Yang kerja harian gajinya dipotong, siapa yang ngasih makan keluarganya?” Kalau sampek kecelakaan di jalan gimana?”


Bukankah adanya kemajuan eletronik untuk mempersingkat kerja? Untuk mempercepat kerja? Kalau sama saja apa gunanya? Mending pake manual sekalian.

Pesan saya buat-buat kawan-kawan di luar negeri yang ingin ngurus KTP atau KK, sebaiknya bawa semua dokumen yang ada, kalau perlu kontrak kerja sekalian biar tidak bolak-balik.

Untuk syarat bisa cek ke sini è
 https://dukcapil.ponorogo.go.id/jenis-layanan-2/ktp-elektronik/kk/





You Might Also Like

7 komentar

  1. mbayangno wae melu pegel aku. kenapa syarat2 itu gak dicetak dan dibagikan ke setiap yang tanya. atau ditempel gede2 supaya kelihatan. dadak mbolak mbalik demi legalisir buku nikah, demi fotokopi paspor, demi stempel, demi tandatangan... duh Gusti...

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah, aku arep ngurus kok maca iki sik. Ngalamat males budal, apamaneh mbak bojo cabut berkas dari sebrang pulau sana 😂😂

    ReplyDelete