Adminduk

Dukcapil Ponorogo Terbuka Terima Aduan Kita

8:49 PM




Kesekian kalinya berkesempatan gobrol dengan Kepala Dukcapil Ponorogo mengenai data kependudukan, kali ini soal adminduk  anak yang lahir di luar negeri dibawa pulang ke kampung halaman oleh Ibunya.

Sesampai di kampung, si anak dibiarkan tanpa identitas diri sedang si Ibu kembali bekerja di negara tujuan dan meninggalkan anak diasuh oleh keluarga lain (nenek atau saudara). 

Keluarga pun belum punya inisiatif untuk mendaftarkan si anak ke Dispenduk agar diterbitkan akta lahir. Jangankan ke Dukcapil untuk menguruskan akta buat si anak, bahkan pemerintah desa pun tidak dilapori. Bertahun-tahun hidup di desa tanpa identitas tentu akan jadi masalah di kemudian hari.

Tidak bisa mengurus SIM, tidak punya hak pilih, naik pesawat/kereta tidak bisa, registrasi kartu telpon tidak bisa. Hal ini menurut Dukcapil banyak sekali terjadi bukan hanya di Ponorogo.


Syarat jika ingin mengurus akta di Indonesia  adalah harus punya  dokumen seperti paspor atau Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) anak dan Ibu. Diajukan ke Dukcapil, dicek kebenarannya dan jika memenuhi syarat maka akta bisa segera diproses. Namun jika belum memenuhi syarat, maka diharuskan ke Pengadilan Negeri untuk sidang pengesahan bahwa anak tersebut adalah anak dari Ibu yang lahir di luar negeri. Setelah surat keluar, baru bisa diurus oleh Dukcapil.

Seharusnya jika melahirkan anak di luar negeri, si Ibu lapor ke negera setempat untuk mendapatkan akta lahir dan lapor ke Kedutaan/perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri agar status anak diakui.



Sayangnya banyak yang tidak melakukan aturan tersebut sehingga berdampak pada anak yang tak memiliki status jelas saat tiba di Indonesia. Dukcapil sendiri bersedia membantu menguruskan akta dan KK anak-anak tersebut dengan syarat semua dokumen terpenuhi.

Bagaimana pun mereka adalah anak-anak Indonesia yang wajib mendapat pengakuan sebagai WNI, tutur Vifson Suino, Kepala Dukcapil Ponorogo. Beliau mempersilahkan siapa pun yang punya masalah mengenai administrasi kependudukan untuk datang dan berkonsultasi agar mendapat solusi. 

Sudah banyak perubahan di Dukcapil saat ini, antrian tidak sepadat sebelumnya karena sistem sudah online yaitu bisa melalui WhatsApp, jadi tinggal menunggu balasan tanggal kapan untuk datang menyelesaikan adminduk. 

"Tidak ada yang datang jam 1 dini hari untuk antri, karena sekarang bisa nunggu di rumah. Nanti akan di kabari via WA, tanggal berapa dan jam berapa datang ke sini." tutupnya. 






 



You Might Also Like

0 komentar